Puasa biasanya diwajibkan pada pasien yang akan melakukan tes atau pemeriksaan darah lengkap yang berkaitan dengan kadar zat dalam darah. Tujuannya adalah agar tidak ada zat yang terkandung dalam darah yang berasal dari makanan atau minuman yang dikonsumsi sebelum tes dilakukan yang bisa mengganggu keakuratan hasil tes.
Ketahui Jenis Tes Yang Membutuhkan Puasa
Makanan dan minuman yang dikonsumsi sebelum pemeriksaan darah bisa mengandung zat gizi yang bisa diserap ke dalam aliran darah sehingga bisa berpengaruh pada hasil pemeriksaan. Berikut jenis tes yang biasanya membutuhkan puasa :
1. Tes gula darah
Untuk tes atau pemeriksaan gula darah dibutuhkan puasa sehingga bisa memperoleh hasil kadar gula darah yang lebih akurat.
Baca juga : Pemeriksaan Darah Lengkap: Mendeteksi Dini Masalah Kesehatan
2. Tes trigliserida (kolesterol)
Pemeriksaan darah yang dilakukan untuk memeriksa besaran kadar lemak dalam darah dengan berpuasa kurang lebih 10 hingga 12 jam lamanya
Dengan berpuasa terlebih dahulu sebelum melakukan pemeriksaan darah, diharapkan semua zat dari makanan tak akan masuk ke aliran darah ketika tes dilakukan. Hal tersebut akan menjadikan hasil tes menjadi lebih akurat serta bisa diandalkan untuk menentukan metode pengobatan.
Sedangkan untuk pemeriksaan darah secara lengkap, tes fungsi hati, ginjal dan tiroid umumnya tidak membutuhkan puasa terlebih dahulu. Jaga kesehatan Anda sejak dini dan lakukan pemeriksaan darah lengkap di laboratorium terpercaya untuk pantau kesehatan tubuh menyeluruh. Dapatkan layanannya sekarang juga.
Frequently Asked Question
Cek HB apakah harus puasa terlebih dahulu?
Sebelum menjalani tes HbA1c, Anda tak perlu berpuasa terlebih dahulu. Karena tes dilakukan dengan melakukan pengambilan sampel darah dari vena yang ada di lengan.
Cek asam urat apakah harus puasa?
Disarankan untuk berpuasa selama 4 hingga 12 jam sebelum lakukan pengecekan darah asam urat sehingga bisa memperoleh hasil yang akurat.
Apa saja ciri-ciri gula darah tinggi?
Ciri gula darah yang tinggi mencakup rasa sering merasa haus dan buang air kecil, mudah lelah, penglihatan kabur serta penurunan berat badan tanpa alasan.
Untuk tes asam urat dilakukan dengan sampel darah atau urine?
Tes asam urat bisa dilakukan dengan melakukan tes darah maupun tes urine.
Article ini telah di baca sebanyak : 524