Hiperkolesterolemia di Usia Muda, Kenali Penyebabnya!

Hiperkolesterolemia di Usia Muda, Kenali Penyebabnya!

Salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan adalah kadar kolesterol. Tubuh membutuhkan kolesterol agar tetap bekerja optimal, tetapi kadar kolesterol bisa menjadi sangat tinggi jika tidak dikontrol. Kondisi ini disebut juga hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia pun rawan dialami oleh mereka yang masih berusia muda.

 

Cari tahu apakah Anda atau orang terkasih berisiko mengalami hiperkolesterolemia di usia muda. Konsultasikan dengan tenaga medis profesional melalui layanan homecare Kavacare di nomor 0811 1446 777. Dapatkan juga layanan homecare cek laboratorium atau cek darah di rumah yang praktis dan mudah bersama Kavacare.

 

Apa Itu Hiperkolesterolemia di Usia Muda?

Kolesterol adalah jenis lipid atau lemak dalam tubuh, bentuknya cair dan lengket seperti lilin. Kolesterol memiliki fungsi untuk menjaga fungsi sel, hormon, dan beberapa vitamin. Jika kadar kolesterol terlalu tinggi, justru dapat menyebabkan masalah pada tubuh.

 

Kadar kolesterol tinggi pada tubuh bisa mengarah pada hiperkolesterolemia. Hiperkolesterolemia adalah kondisi kelainan lipid di mana kadar LDL atau kolesterol jahat dalam tubuh terlalu tinggi. Hal ini menyebabkan lemak menumpuk di pembuluh darah dan meningkatkan risiko serangan jantung dan stroke.

 

Hiperkolesterolemia berbeda dengan hiperlipidemia. Hiperlipidemia atau kelainan lipid mengarah pada tingginya kadar lipid pada tubuh, yaitu LDL atau trigliserida (lipid yang menyimpan sisa kalori dalam darah). Hiperkolesterolemia termasuk subtipe hiperlipidemia.

 

Seseorang dikatakan mengalami hiperkolesterolemia tergantung dari faktor risiko penyakit kardiovaskular yang dimiliki. Maka hiperkolesterolemia bisa dilihat jika:

 

  • Kadar LDL dalam darah 190 mg/dL atau lebih tinggi jika tidak memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular
  • Kadar LDL lebih tinggi dari 160 mg/dL jika memiliki salah satu faktor risiko
  • Kadar LDL di atas 130 mg/dL jika memiliki dua faktor risiko penyakit kardiovaskular.

 

Hiperkolesterolemia paling umum terjadi pada orang-orang di atas usia 40 tahun atau wanita yang telah mengalami menopause. Tetapi hiperkolesterolemia ternyata juga bisa terjadi pada mereka di usia 20 tahun. Maka kondisi ini dikatakan sebagai hiperkolesterolemia di usia muda.

 

Penelitian yang dimuat Jurnal Sekolah Kardiologi Amerika Serikat pada 2021 menemukan jika 26,3 juta penduduk berusia 18 – 39 tahun di Amerika Serikat memiliki kadar LDL tinggi.

 

Pada usia di bawah 20 tahun, kadar LDL dikatakan tinggi jika mencapai 130 mg/dL dan di atas usia 20 tahun, kadar LDL mencapai 160 – 189 mg/dL masuk kategori kolesterol tinggi.

Gejala Hiperkolesterolemia

Secara umum, hiperkolesterolemia tidak memiliki gejala. Kebanyakan orang pun tidak mengalami gejala khusus. Akan tetapi hiperkolesterolemia yang sangat tinggi dapat menimbulkan penumpukan kolesterol pada kulit kelopak mata (xanthelasma) atau jaringan-jaringan penghubung (xanthoma). Bisa juga timbul penumpukan kolesterol di mata (arkus kornea).

 

Mengetahui seseorang mengalami hiperkolesterolemia atau tidak, dapat terjawab melalui pemeriksaan oleh dokter. Diagnosisnya dilakukan menggunakan panel lipid. Panel lipid akan mengukur total kadar kolesterol tubuh, termasuk kadar LDL dan HDL (kolesterol baik). Level trigliserida pun akan diperiksa.

 

Jika kadar LDL atau kadar kolesterol keseluruhan (LDL ditambah HDL) terlalu tinggi, dokter mungkin akan mendiagnosis pasien dengan hiperkolesterolemia.

 

Pemeriksaan kadar kolesterol tubuh ini dianjurkan rutin untuk dilakukan. Pada orang dewasa sehat, sebaiknya memeriksa kadar kolesterol setiap 5 tahun sekali. Jika seseorang memiliki faktor risiko hiperkolesterolemia, dokter akan menganjurkan pemeriksaan lebih sering dilakukan.

Penyebab Hiperkolesterolemia di Usia Muda

Hiperkolesterolemia disebabkan oleh banyak hal, beberapa di antaranya:

 

  • Faktor genetik
  • Pola makan tinggi lemak jenuh
  • Kurangnya olahraga
  • Kebiasaan merokok
  • Penyakit liver obstruktif
  • Diabetes
  • Hipotiroidisme (gangguan fungsi tiroid)
  • Anoreksia
  • Gagal ginjal kronis
  • Sindrom nefrotik
  • Konsumsi obat-obatan tertentu (amiodarone, rosiglitazone, dan sebagainya).

 

Hiperkolesterolemia di usia muda bisa disebabkan oleh kondisi genetik familial hypercholesterolemia (FH). Jika keluarga memiliki riwayat FH, maka seseorang akan memiliki kondisi di mana tubuh memproses LDL secara abnormal, sehingga kadar kolesterol dalam tubuh cenderung tinggi.

 

Kondisi hiperkolesterolemia di usia muda juga banyak dipengaruhi oleh gaya hidup yang memicu kadar kolesterol tinggi dalam darah, beberapa kondisinya seperti*:

 

  • Obesitas
  • Merokok
  • Obat-obatan
  • Gaya hidup sedentari atau kurang gerak.

 

Pola makan juga sangat mempengaruhi kadar kolesterol. Terlebih saat ini banyak jenis makanan cenderung tinggi lemak jenuh, garam, pemanis tambahan, serta rendah serat. Terlalu banyak mengonsumsi makanan-makanan ini dapat meningkat kan risiko hiperkolesterolemia di usia muda.

Komplikasi Hiperkolesterolemia

Tanpa penanganan, familial hypercholesterolemia bisa menimbulkan nyeri dada atau angina. Hal ini karena kadar kolesterol terlalu tinggi menyebabkan penumpukan plak (atherosclerosis) hingga pembuluh darah menyempit.

 

Komplikasi pada hiperkolesterolemia mengarah pada masalah-masalah kardiovaskular, seperti:

 

  • Serangan jantung, terjadi karena pecahnya plak atherosclerosis pada pembuluh koroner dan menyebabkan terhambatnya aliran darah
  • Kardiomiopati iskemik, penyempitan arteri tempat darah yang memasok oksigen ke jantung, menyebabkan kurangnya oksigen pada otot jantung
  • Sudden Cardiac Death (SDC) adalah kematian mendadak akibat hilangnya fungsi jantung
  • Disfungsi ereksi pada pria, sulit terjadi ereksi
  • Klaudikasio, nyeri yang timbul ketika melakukan aktivitas fisik, bisa terjadi karena penyempitan arteri area tangan dan kaki
  • Acute Limb Ischemia (ALI), kondisi kegawatan medis karena adanya sumbatan pembuluh darah pada anggota tubuh sehingga pertukarang oksigen jaringan tubuh berkurang drastis.

 

Komplikasi hiperkolesterolemia bisa mengancam nyawa, maka jika seseorang terdiagnosis kondisi ini, perlu memodifikasi gaya hidup menyesuaikan dengan tingginya kadar LDL.

 

Pasien bisa mengurangi konsumsi daging-dagingan, misalnya dimulai dengan menghindari menu daging sesekali saat makan malam. Bisa juga mulai menambahkan variasi lauk pauk olahan nabati dan memperbanyak konsumsi sayur-sayuran. Kemudian mulai kebiasaan memperhatikan label makanan, pilih makanan dan minuman yang rendah kadar lemak jenuh.

 

Memulai gaya hidup sehat dapat membantu menurunkan kadar LDL. Jika kadar LDL dapat dikontrol, risiko komplikasi seperti serangan jantung maupun stroke juga bisa berkurang.


Cek juga promo terbaik untuk kamu 

Pertanyaan Seputar Hiperkolesterolemia di Usia Muda

Bagaimana Mencegah Hiperkolesterolemia di Usia Muda?

Jika Anda memiliki faktor genetik yang dapat menyebabkan hiperkolesterolemia, maka faktor tersebut tidak dapat dihindari. Hiperkolesterolemia tetapi masih bisa dicegah dengan menjaga kadar kolesterol pada ambang batas sehat.

 

Hal-hal yang bisa dilakukan seperti:

 

  • Selalu mengonsumsi menu makanan kaya serat
  • Menghindari konsumsi gula berlebih
  • Menghindari makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi, contohnya makanan berminyak
  • Menjaga berat badan sehat
  • Aktif bergerak, melakukan olahraga rutin
  • Tidak merokok
  • Menghindari konsumsi alkohol
  • Rutin memeriksa kadar kolesterol

Apakah Mie Instan Menyebabkan Hiperkolesterolemia?

Mie instan termasuk jenis makanan yang melewati proses pengolahan panjang. Kebanyakan makanan olahan seperti mie instan mengandung asam lemak jenuh, atau golongan lemak yang kurang baik untuk tubuh. Mengonsumsi mie instan berlebihan berisiko menaikkan kadar kolesterol menjadi terlalu tinggi.

Berapa Lama Menurunkan Kolesterol?

Kolesterol adalah lemak yang diproduksi oleh tubuh sehingga tidak mungkin dihilangkan. Kolesterol juga dibutuhkan agar tubuh dapat berfungsi dengan baik. Apa yang bisa dilakukan adalah mengontrol dan menurunkan kadar kolesterol yang tinggi.

 

Jika seseorang rutin berolahraga dan mengganti pola makan menjadi lebih sehat, kadar kolesterol akan turun dalam beberapa minggu. Biasanya mulai tampak setelah 3 – 6 bulan rutin melakukan gaya hidup sehat. Akan tetapi berapa lama kolesterol bisa turun juga tergantung berbagai faktor, salah satunya menurunkan kolesterol bisa memakan waktu lebih lama pada wanita ketimbang laki-laki.

 

(Artikel ini telah direview oleh dr. Eddy Wiria, PhD, Co-Founder dan CEO Kavacare)

 

SUMBER

 

  1. Hypercholesterolemia: Causes, Symptoms & Treatment. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23921-hypercholesterolemia diakses 19 Januari 2023
  2. Can Young Adults Have High Cholesterol? https://www.healthline.com/health/can-young-adults-have-high-cholesterol diakses 19 Januari 2023
  3. Hypercholesterolemia: Signs, Symptoms, and Complications. https://www.verywellhealth.com/hypercholesterolemia-symptoms-5185293 diakses 19 Januari 2023
  4. The Dark Side of Instant Noodles: What Makes Them Harmful? https://food.ndtv.com/food-drinks/the-dark-side-of-instant-noodles-what-makes-them-harmful-766902 diakses 19 Januari 2023
  5. How Long Does It Take to Lower Cholesterol? https://www.healthline.com/health/high-cholesterol/how-long-does-it-take-to-lower diakses 19 Januari 2023

 

 

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest