Penyakit Kuning Orang Dewasa

Penyakit Kuning Orang Dewasa

Penyakit kuning atau jaundice adalah kondisi ketika kulit, bagian putih bola mata, dan membran-membran mukosa menjadi berwarna kuning akibat tingginya kadar bilirubin pada tubuh. Bilirubin sendiri merupakan pigmen oranye atau kekuningan hasil pemecahan sel darah merah yang sudah tua.

 

Penyakit kuning umum ditemukan pada bayi, tetapi kondisi ini juga bisa terjadi pada orang dewasa. Anda dapat berkonsultasi seputar perawatan penyakit kuning dengan menghubungi Kavacare di nomor 0811 1446 777. Dapatkan layanan homecare seperti kunjungan dokter atau perawat medis ke rumah sesuai kebutuhan Anda.

 

Ciri-Ciri Penyakit Kuning Orang Dewasa

Penyakit kuning terjadi saat kadar bilirubin terlalu tinggi. Pada kondisi normal, organ hati atau liver menyaring bilirubin agar tidak masuk ke dalam aliran darah. Namun liver dapat mengalami gangguan, kemudian menghambat penyaringan bilirubin dari aliran darah. Akibatnya kadar bilirubin semakin tinggi, kemudian muncul gejala seperti kulit tampak menguning. Ciri-ciri seseorang mengalami penyakit kuning bisa dilihat dari perubahan warna kulit dan area putih bola mata (sklera). Namun keparahan gejala ini tergantung dari penyebab dan seberapa cepat penyebarannya.

Pada kasus jangka pendek, gejala yang mungkin muncul adalah:

 

  • Demam
  • Menggigil
  • Nyeri perut
  • Gejala mirip flu
  • Warna kulit berubah disertai dengan rasa gatal.
  • Urin berwarna gelap, dapat disertai feses berwarna abu-abu

 

Penyakit kuning yang bertahan dalam jangka pendek umumnya disebabkan oleh infeksi. Ada pula penyakit kuning yang faktornya adalah penyakit pada pankreas (misalnya kanker) atau penyakit liver. Jika penyakit kuning bukan disebabkan infeksi, gejala yang muncul antara lain kulit gatal-gatal, penurunan berat badan, peradangan pada sendi, hingga peradangan pada liver.

Jangan Lewatkan Promo bulan ini, banyak gratisannya

Penyakit Kuning Orang Dewasa

Penyakit kuning jarang terjadi pada orang dewasa. Namun bisa terjadi karena beberapa kondisi, contohnya:

 

  • Hepatitis. Seringkali infeksi hepatitis disebabkan oleh virus. Hepatitis dapat bertahan lama (kronis), tetapi bisa juga segera sembuh (akut). Semakin lama hepatitis diidap pasien, maka dapat terjadi kerusakan pada liver dan menimbulkan peyakit kuning
  • Penyakit Liver Akibat Konsumsi Alkohol. Konsumsi alkohol berlebih dalam kurun waktu 8-10 tahun dapat merusak liver, menimbulkan penyakit sirosis (jaringan parut pada liver) serta hepatitis akibat alkohol
  • Saluran Empedu Tersumbat. Terdapat saluran-saluran tipis yang menjadi jalur dibawanya cairan empedu dari liver dan kantong empedu, menuju usus halus. Saluran tersebut bisa tersumbat oleh batu empedu, kanker, atau penyakit lainnya. Saat saluran empedu tersumbat, dapat timbul penyakit kuning
  • Kanker Pankreas. Kanker pankreas termasuk jenis kanker yang banyak dialami. Jika timbul jaringan kanker pada pankreas, saluran empedu tersumbat dan menimbulkan penyakit kuning
  • Konsumsi Obat. Obat-obatan tertentu memiliki kaitan dengan risiko penyakit liver, contohnya acetaminophen yang dikonsumsi berlebihan.

Perawatan Penyakit Kuning Orang Dewasa

Biasanya perawatan penyakit kuning secara khusus tidak terlalu dibutuhkan pada orang dewasa. Pengobatan dilakukan untuk mengatasi penyebab dan komplikasi yang timbul. Misalnya jika muncul gatal-gatal yang sangat mengganggu atau nyeri perut, maka pasien akan mendapat perawatan untuk meredakan gejala-gejala tersebut. Secara umum, perawatan penyakit kuning bergantung pada penyebabnya.

 

Contohnya penyakit kuning disebabkan oleh hepatitis, yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala, antara lain:

 

  • Cukup istirahat
  • Menjaga tubuh tetap terhidrasi
  • Mengonsumsi obat (untuk hepatitis B dan C)
  • Menghindari alkohol
  • Menghindari obat-obatan yang memiliki efek samping pada liver

 

Dokter mungkin menganjurkan prosedur operasi pada penyakit kuning yang disebabkan oleh batu empedu, tersumbatnya saluran empedu, atau kanker pankreas.

Untuk membantu mengatasi penyakit kuning, Anda bisa mengubah pola makan. Makanan dan minuman yang dikonsumsi pasien berpengaruh pada perawatan penyakit kuning. Mengonsumsi makanan tepat dapat membantu kerja liver. Maka beberapa jenis makanan dan minuman yang baik dikonsumsi saat perawatan penyakit kuning adalah:

1. Air Putih

Mencukupi kebutuhan air putih agar tubuh tetap terhidrasi adalah cara terbaik membantu liver sembuh dari penyakit kuning. Manfaat air putih adalah mempermudah pencernaan dan membantu kerja liver serta ginjal untuk membuang zat-zat beracun.

2. Buah dan Sayuran Segar

Buah dan sayuran segar mengandung berbagai antioksidan dan serat yang membantu mengurangi kerusakan liver, juga mempermudah proses pencernaan. Buah dan sayur yang bisa Anda konsumsi untuk perawatan penyakit kuning antara lain:

 

  • Anggur
  • Jeruk dan lemon
  • Pepaya
  • Melon
  • Labu, umbi-umbian
  • Alpukat
  • Buah zaitun
  • Tomat
  • Wortel
  • Brokoli dan kembang kol

3. Teh Herbal dan Kopi

Kopi dan teh herbal memiliki kandungan antioksidan serta kafein yang baik untuk menstimulasi pencernaan. Kopi yang dikonsumsi secukupnya dapat mengurangi risiko beberapa masalah pada liver, seperti kanker dan fibrosis.

4. Biji-bijian Utuh

Jenis biji-bijian utuh seperti oat memiliki kandungan yang baik untuk liver, seperti lemak sehat, serat, antioksidan, dan mineral.

5. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan kaya kandungan antioksidan seperti vitamin E dan asam fenolat. Selain itu kacang-kacangan merupakan sumber serat dan lemak yang sehat.

6. Protein Rendah Lemak

Protein rendah lemak seperti tofu dan ikan dicerna lebih mudah dibandingkan daging merah. Mengonsumsi protein rendah lemak dapat mempermudah kerja liver. Ikan-ikanan berlemak seperti salmon dan makarel pun kaya kandungan omega-3, juga seng yang dapat membantu tubuh memproses asam lemak, alkohol, karbohidrat, dan protein.

Pertanyaan Umum Seputar Penyakit Kuning

Apakah Penyakit Kuning dapat Dicegah?

Ada banyak penyebab penyakit kuning, maka untuk pencegahan secara spesifik sulit untuk dilakukan. Beberapa hal yang bisa Anda lakukan sebagai langkah pencegahan adalah:

 

  • Menghindari berbagi jarum suntik
  • Melakukan hubungan intim aman (tidak berganti pasangan dan menggunakan kondom)
  • Hindari konsumsi air dan makanan yang berisiko terkontaminasi hepatitis
  • Hindari konsumsi alkohol berlebih
  • Menjaga berat badan tetap dalam hitungan sehat
  • Meregulasi kadar kolesterol

Siapa yang Berisiko Mengalami Penyakit Kuning?

Risiko penyakit kuning pada orang dewasa dapat meningkat pada individu yang berinteraksi dengan faktor-faktor seperti:

 

  • Alkohol (konsumsi alkohol berlebih)
  • Menggunakan obat-obatan terlarang
  • Mengonsumsi obat-obatan yang memiliki efek samping pada liver
  • Tertular hepatitis A, B, C
  • Terpapar bahan-bahan kimia industri

Apakah Penyakit Kuning dapat Menyebabkan Kematian?

Penyakit kuning dapat membahayakan nyawa pada kasus akut ketika kadar bilirubin terlalu tinggi. Contohnya pada bayi, kadar bilirubin tinggi dapat menyebabkan kernicterus (penumpukan bilirubin pada jaringan otak bayi yang memicu kerusakan neurologis).

Apakah Sinar Matahari dapat Mengatasi Penyakit Kuning?

Pada bayi yang mengalami penyakit kuning, perawatan fototerapi dengan sinar khusus efektif untuk membantu bilirubin dipecah oleh liver, sehingga kadarnya dalam darah turun ke angka aman. Namun pada orang dewasa, perawatan penyakit kuning dengan sinar matahari tidak efektif.

 

(Artikel ini telah direview oleh dr.Albert Novianto, Care Pro & Dokter Umum di Kavacare)

 

SUMBER

 

  1. Adult Jaundice: Symptoms, Causes, Diagnosis, Treatment & Prevention. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15367-adult-jaundice diakses 17 Oktober 2022
  2. Infant jaundice – Symptoms and causes. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infant-jaundice/symptoms-causes/syc-20373865 diakses 17 Oktober 2022
  3. Diet for jaundice recovery: What to eat and what to avoid. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321257 diakses 17 Oktober 2022
  4. acetaminophen oral: Uses, Side Effects, Interactions, Pictures, Warnings & Dosing. https://www.webmd.com/drugs/2/drug-362/acetaminophen-oral/details diakses 17 Oktober 2022
  5. Jaundice: Why It Happens in Adults. https://www.webmd.com/hepatitis/jaundice-why-happens-adults diakses 17 Oktober 2022
  6. https://www.winchesterhospital.org/health-library/article?id=11737 diakses 17 Oktober 2022
Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest