Mengapa Check Trigliserida itu Penting

Mengapa Check Trigliserida itu Penting

Mengapa Check Trigliserida itu Penting ?

 

Trigliserida adalah jenis lemak yang ditemukan dalam darah. Tingginya kadar trigliserida dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Trigliserida adalah faktor risiko yang dapat diubah dan dapat dikendalikan dengan perubahan gaya hidup, seperti mengonsumsi diet yang sehat dan berolahraga secara teratur. Pemeriksaan trigliserida dapat menentukan tingkat trigliserida dalam darah dan membantu dalam pencegahan dan pengendalian penyakit jantung, itu sebabnya mengapa check trigliserida itu penting.

 

Berapa Trigliserida yang Normal?

 

Nilai normal trigliserida dalam darah bervariasi tergantung pada usia dan jenis kelamin seseorang. Namun, umumnya nilai normal trigliserida dalam darah adalah:

  • di bawah 150 mg/dL (miligram per desiliter) untuk orang dewasa
  • di bawah 130 mg/dL untuk orang yang memiliki risiko tinggi penyakit jantung
  • Namun, kadar trigliserida yang optimal untuk mencegah penyakit jantung adalah di bawah 100 mg/dL.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan tingginya trigliserida dalam darah, dokter mungkin akan menyarankan perubahan gaya hidup seperti diet yang sehat dan aktivitas fisik untuk menurunkan kadar trigliserida. Jika perubahan gaya hidup tidak cukup, dokter mungkin juga akan meresepkan obat-obatan untuk menurunkan kadar trigliserida dalam darah.

Trigliserida Tinggi Karena Apa?

Trigliserida dalam darah dapat meningkat karena berbagai faktor, diantaranya:

  • Diet yang tidak sehat: Konsumsi makanan yang tinggi lemak, gula, dan kalori dapat meningkatkan trigliserida dalam darah.
  • Obesitas atau kelebihan berat badan: Orang yang obesitas atau kelebihan berat badan cenderung memiliki tinggi trigliserida dalam darah.
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan: Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan trigliserida dalam darah.
  • Sedentari: Orang yang kurang aktivitas fisik cenderung memiliki tinggi trigliserida dalam darah.
  • Faktor genetik: Beberapa orang mungkin memiliki gen yang meningkatkan risiko tinggi trigliserida dalam darah.
  • Penyakit kronis: Beberapa penyakit kronis seperti diabetes, sindrom metabolik dan hipotiroidism dapat meningkatkan trigliserida dalam darah.

Jika anda mengalami tinggi trigliserida, ada baiknya anda segera memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan pengobatan yang tepat.

 

Cara Menstabilkan Trigliserida

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menstabilkan kadar trigliserida dalam darah, diantaranya:

  • Diet yang sehat: Mengurangi konsumsi makanan yang tinggi lemak, gula, dan kalori. Menambahkan makanan yang kaya serat, seperti buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian.
  • Berolahraga secara teratur: Aktivitas fisik yang teratur dapat menurunkan kadar trigliserida dalam darah.
  • Kurangi atau hindari konsumsi alkohol: Konsumsi alkohol yang berlebihan dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah.
  • Kurangi berat badan jika obesitas: Kelebihan berat badan dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah.
  • Hindari merokok: Merokok dapat meningkatkan kadar trigliserida dalam darah.

Konsultasi pada dokter: Jika kadar trigliserida anda masih tinggi meskipun sudah melakukan perubahan gaya hidup, dokter mungkin akan meresepkan obat-obatan untuk menurunkan kadar trigliserida dalam darah.

Perlu diingat bahwa menurunkan kadar trigliserida dalam darah harus dilakukan dengan cara yang sehat dan tidak mengambil jalan pintas yang merugikan kesehatan. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum melakukan perubahan gaya hidup atau mengonsumsi suplemen.

Ciri Ciri Trigliserida yang Tinggi

Ciri-ciri trigliserida yang tinggi biasanya tidak menunjukkan gejala apapun dan hanya dapat diketahui melalui tes darah. Namun, beberapa orang yang memiliki kadar trigliserida yang sangat tinggi dapat mengalami gejala seperti:

  • Rasa sakit atau rasa terbakar di bagian belakang leher, rahang atau dada, yang dapat menyebar ke lengan kiri atau kanan.
  • Nyeri perut atau sakit di bagian samping kanan atas perut.
  • Mual atau muntah
  • Udem (pembengkakan) di kaki dan pergelangan kaki

Namun, kebanyakan orang tidak menunjukkan gejala apapun dan hanya dapat mengetahui kadar trigliserida yang tinggi melalui tes darah. Itu sebabnya mengapa penting untuk melakukan pemeriksaan kadar trigliserida secara rutin, terutama jika anda memiliki faktor risiko seperti obesitas, diabetes, atau riwayat keluarga yang menderita penyakit jantung.

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest