Selamat Datang di Laboratorium Klinik Westerindo

Jam Buka : Senin - Jumat 07.00 - 21.00, Sabtu 07.00 - 18.00
Kontak : 021-7392345 | 021-7255080 | WA 0877 5000 2522



Virus Omicron BA.4 dan BA.5


 Virus Covid 19 (Corona Virus Disease 19) masih ada, bahkan akhir akhir ini kembali muncul varian baru yakni varian Omicron BA.4 dan BA.5. Subvarian baru ini telah terdeteksi di Indonesia. Subvarian tersebut diketahui memiliki tingkat kesakitan rendah pada pasien yang terkonfirmasi positif.

 Baca juga tentang : Kenapa Test Premarital Penting Sebelum Menikah

Ada 4 kasus subvarian baru BA.4 dan BA.5 pertama yang dilaporkan di Indonesia pada 6 Juni 2022. 4 kasus itu terdiri dari 1 orang positif BA.4 seorang WNI dengan kondisi klinis tidak bergejala serta sudah vaksinasi 2 kali. Sisanya 3 orang positif BA.5. Mereka merupakan pelaku perjalanan luarn negeri delegasi pertemuan the Global Platform for Disaster Risk Reduction di Bali pada 23 sampai 28 Mei. Kondisi klinis 3 orang itu antara lain 2 orang tidak bergejala dan satu orang gejala ringan dengan sakit tenggorokan dan badan pegal. Mereka rata-rata sudah vaksin booster bahkan sampai ada yang 4 kali vaksin Covid-19.

 

Menurut Prof Wiku, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 ditemukan pertama kali di Afrika Selatan pada awal tahun ini. Kemudian WHO (World Health Organization) menyatakan BA.4 dan BA.5 sebagai VoC (Variant of Concern) pada Mei 2022. Studi awal di Eropa menyatakan bahwa kedua varian mengalami perubahan karakteristik. Ini yang membuat BA.4 dan BA.5 dapat menular lebih cepat dan menghindari kekebalan tubuh setelah infeksi terjadi karena varian sebelumnya.

 Baca juga tentang : Bahaya Hepatitis ‘Misterius’ dan Cara Mencegahnya

Meskipun untuk memastikan varian ini dibutuhkan studi lanjutan, Prof Wiku memberikan simpulan ini masih bersifat sementara dan membutuhkan studi lanjutan. Walau begitu tidak ditemukan ada indikasi varian ini menyebabkan gejala yang lebih parah. Vaksinasi dinilai masih melindungi masyarakat sebab menurut European Center Disease and Prevention Control menyatakan peluang penularan varian menurun pada orang yang telah di vaksin. Ini dibandingkan pada orang yang belum divaksin dan terinfeksi sebelumnya.

 

Pemerintah akan melakukan beberapa langkah menghadapi varian tersebut. Antisipasi pemerintah melakukan genome sequencing, studi epidemiologi sebaran varian dan memastikan efektivitas alat testing di pintu masuk yang diharapkan bisa mendeteksi varian baru dengan lebih baik.

 

Adapun Ciri Virus Corona Omicron BA.4 dan BA.5 umumnya mirip dengan varian Covid-19 lainnya, seperti :

  • Tidak bergejala
  • Sakit tenggorokan
  • Batuk
  • Fatigue atau kelelahan
  • Hidung tersumbat atau rinore
  • Demam
  • Mual dan Muntah
  • Sesak nafas
  • Diare
  • Anosmia

 

Baca juga tentang : Tak Perlu Pakai Masker jika Berada di Luar Ruangan

 

Adapun cara mencegah Omicron BA.4 dan BA.5

 

Menurut dr. Reisa Broto Asmoro sebaiknya masyarakat tidak panik tapi tetap waspada dalam menghadapi virus corona Omicron BA.4 dan BA.5

Protokol kesehatan untuk mencegah Covid-19, termasuk varian Omicron yakni menjaga jarak fisik minimal 1 meter dari orang lain, memakai masker dengan benar, menghindari kerumunan dan ruangan berventilasi udara buruk, sering cuci tangan dengan sabun dan air, menerapkan etika bersin dan batuk, serta suntik vaksin Covid-19. Terkait kebijakan pelonggaran penggunaan masker di tempat terbuka, dr Reisa mengingatkan agar publik lebih jeli menakar risiko penularan Covid-19.

 

dr Reisa juga mengingatkan pentingnya vaksinasi Covid-19 dosis lengkap sampai booster. Tujuannya untuk meningkatkan kekebalan tubuh dan mencegah gejala berat saat terinveksi virus corona. Hal ini dikarenakan kadar antibodi di tubuh perlu di jaga agar tetap optimal untuk menghadapi mutasi baru virus ini.

 

 

Sumber :

 

https://www.ecdc.europa.eu/en/news-events/epidemiological-update-sars-cov-2-omicron-sub-lineages-ba4-and-ba5

 

https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20220610/2440100/subvarian-baru-omicron-ba-4-dan-ba-5-terdeteksi-di-indonesia-tingkat-kesakitan-rendah/