Selamat Datang di Laboratorium Klinik Westerindo

Jam Buka : Senin - Jumat 07.00 - 21.00, Sabtu 07.00 - 18.00
Kontak : 021-7392345 | 021-7255080 | WA 0877 5000 2522



Pre Marital Check Up, Pentingkah?


Banyak hal yang harus dipersiapkan saat sepasang kekasih berencana menikah. Pemesanan gedung, memilih gaun, mencoba menu katering, dan sebagainya. Daftarnya akan terlalu panjang jika disebutkan satu per satu. Penyatuan dua insan manusia tentunya memerlukan perencanaan matang.

Sayangnya, ada satu hal penting yang sering kali luput diperhatikan oleh calon pengantin, yaitu pemeriksaan kesehatan pra nikah.  Pre marital check up memang belum terlalu popular di Indonesia, mungkin hanya sepuluh persen dari pasangan calon suami istri yang melakukan pemeriksaan ini.

Padahal banyak banyak sekali manfaat dari pemeriksaan pre marital check up, di antaranya adalah :

  1. Memastikan status kesehatan kedua calon mempelai
  2. Mengetahui adanya penyakit menular yang berpotensi membahayakan pasangan dan perkembangan janin
  3. Mengetahui adanya penyakit keturunan yang dapat memengaruhi kesuburan maupun kesehatan janin

Pemeriksaan kesehatan pra nikah bertujuan untuk  mendeteksi secara dini jika ada penyakit tertentu yang berdampak bagi kesehatan pasangan dan calon buah hati serta dapat melakukan tindakan preventif terhadap masalah kesuburan dan penyakit keturunan genetik. 

 

 Apa saja yang diperiksa saat melakukan pre marital check up? Di antaranya sebagai berikut:

  1. Tes Hematologi

Pemeriksaan hematologi lengkap diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan seseorang secara menyeluruh dan mendeteksi adanya gangguan kesehatan tertentu seperti infeksi, anemia, atau leukemia

 

  1. Tes HBsAg

Untuk mendeteksi infeksi virus Hepatitis B yang dapat ditularkan kepada pasangan maupun janin yang akan dikandung

 

  1. Tes TORCH (khusus wanita)

Untuk mendeteksi kemungkinan adanya infeksi Toxoplasma, Rubella, CMV dan herpes secara dini, sehingga bisa dilakukan penanganan yang tepat sebelum menjalani program hamil. Virus ini bisa menimbulkan kelahiran bayi premature dengan cacat bawaan yang sangat memerlukan biaya. Cerebral palsy, misalnya, memerlukan perawatan yang cukup mahal, dan hal ini bisa dihindari dengan melakukan pre marital check up yang biayanya tidak akan semahal perawatan cerebral palsy yang harus terus menerus dilakukan.

 

  1. Tes penyakit menular seksual

Setiap orang memiliki masa lalu, maka semua calon istri/suami berhak memilih masa depan mereka bersama, bukan? Contohnya adalah penyakit sifilis. Penyakit ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual atau ibu kepada janin yang dapat berakibat kecacatan atau kematian. 

 

  1. Tes golongan darah dan rhesus

Meskipun terlihat sepele, ketidakcocokan rhesus antara suami dan istri, bisa memiliki efek buruk pada janin yang akan dikandung. Pun akan diperlukan jika kelak membutuhkan transfusi darah.

 

  1. Tes gula darah

Pemeriksaan ini sangat penting diketahui agar bisa mempersiapkan diri jika ada kemungkinan diabetes saat hamil kelak. Selain berbahaya bagi janin, komplikasi lain bagi ibu dengan diabetes adalah terjadinya preeklamsia, yang bisa menimbulkan kejang atau stroke saat hamil. Diabetes juga cenderung dapat diturunkan kepada janin yang dikandung.

 

  1. Tes urinalisa

Dilakukan untuk skrining kelainan ginjal atau saluran kemih, penyakit metabolik atau sistemik

 

  1. Analisa sperma (khusus pria)

Merupakan tes kesuburan pria yang paling pertama dilakukan untuk mengetahui apakah ada gangguan pada sperma yang menyebabkannya sulit punya anak.

 

Pre marital check up menitikberatkan pada pemeriksaan spesifik yang berhubungan dengan penyakit-penyakit infeksi yang berpotensi merusak jaringan organ calon bayi.

Tidak ada seorangpun yang bercita-cita terinfeksi penyakit Hepatitis B atau Herpes atau penyakit infeksi lainnya. Siapa pun bisa terkena penyakit infeksi ini. Oleh karena penyakit infeksi ini berpotensi menular, contohnya Hepatitis B, virus-virus lain seperti Toxoplasma, Citomegalo dan lain sebagainya, maka sangat dianjurkan untuk melakukan deteksi adanya virus ini  secara dini sehingga pengobatan dapat segera dilakukan jauh hari sebelum hari pernikahan tiba, sehingga pada saat pernikahan kedua pasangan telah yakin bahwa mereka sudah sehat walafiat

 

Kapan sebaiknya melakukan pre marital check up?

Sebaiknya dilakukan 3 - 6 bulan sebelum pernikahan, dengan pertimbangan jika ditemukan adanya masalah pada hasil pemeriksaan, masih ada waktu untuk melakukan konseling dan melakukan penanganan pada masalah/penyakit yang diderita.

 

Nah, pemeriksaan kesehatan pra nikah ternyata cukup penting ya? Bukankah mencegah selalu lebih baik daripada harus terlanjur mengobati? Jangan sampai menyesal di kemudian hari hanya karena merasa sehat-sehat saja.

Yuk, ajak pasangan melakukan pre marital check up, agar kebersamaan pernikahan nanti akan terus sehat dan bahagia.

 

Salam sehat!